Jumlah & Kualitas ASI Bunda Kurang?

Ini Dia Cara Paling Mudah & Cepat UntukĀ  Meningkatkan Jumlah & Kualitas ASI Bunda Tanpa Ribet

Hai Bunda! Perkenalkan, namaku Erni. Aku adalah karyawan kantor yang baru di anugerahi anak pertama, Putri. Kali ini aku mau berberbagi tentang pengalaman dan perjuanganku menyusui Putri. Masa menyusui yang sangat sulit bagiku, tapi aku bertahan hingga sekarang, usia Putri sudah 8 bulan, masih nyusu didampingi MPASI. Menyusui anak pertama jadi pengalaman baru bagiku. Awalnya, ASI-ku cuma keluar sedikit, pumping juga gak bisa, dan saat itu masa cutiku hampir berakhir.

Hari-hari Pertamaku Sebagai Seorang Ibu

Hari-hari awal setelah kelahiran berjalan dengan cukup lancar. Meskipun Putri sering nangis, aku kira itu masih wajar untuk bayi yang baru lahir. Tapi, waktu pertama kali pumping, ternyata.. hasilnya cuma 20mL! Aku panik, karena aku kira bakal bisa stok ASIP selama cuti melahirkan ini. Kalau hasil pumpingnya cuma segini, gimana nanti asupan ASI Putri waktu aku masuk kantor..? Apa anakku harus diberi sufor? Aku juga bingung banget karena ibu dan kakakku gak ada yang pernah mengalami masalah menyusui, semua lancar dan banyak. Apa ini salahku..?

Semakin stress, produksi ASI-ku semakin menurun drastis. Suami dan keluarga jadi khawatir, karena aku selalu terlihat capek dan pucat. Tapi aku beruntung punya keluarga yang sangat sayang denganku. Suami, ibu, dan kakakku semua mendukungku untuk terus berusaha dan semangat untuk menyusui anakku. Suami selalu menjaga Putri di malam hari supaya aku bisa istirahat. Ibu memasakkanku masakan sehat bergizi untuk memenuhi nutrisi ASI-ku. Kakak menghiburku supaya kondisi mentalku tidak terpuruk.

Merasakan dukungan mereka, aku sangat terharu. Setiap hari aku menemukan semangat yang baru untuk berjuang demi Putri. Sejak itu, aku tidak pernah merasa putus asa. Aku mulai bangkit dan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anakku tersayang.

Bangkit Dari Keputusasaan

Memasuki minggu ke-3, aku sudah menjalani rutinitas yang sedikit membantu meningkatkan produksi ASI-ku. Aku selalu rutin power pumping setiap mau menyusui dan setelah menyusui, juga memijat payudara secara berkala agar lebih rileks. Usaha ini tentunya tidak sia-sia. Meskipun perubahannya tidak terlalu signifikan, masih lebih baik daripada sebelumnya. Putri juga tumbuh sehat dengan berat badan yang sudah sesuai dengan berat badan normal.

Meskipun aku cukup senang dengan pencapaian dari usahaku, aku kembali dihadapkan dengan permasalahan awal: cuti melahirkan yang akan sudah mau berakhir. Meskipun ASI-ku cukup untuk menyusui, saat di pumping hasilnya masih tidak maksimal, masih tidak bisa stok ASIP untuk nanti waktu masuk kantor. Aku mulai konsultasi dengan suami tetang supplemen ASI Booster, tapi suami menolak karena takut akan ada efek samping kedepannya. Aku pun setuju, tapi dari diskusi itu kita tidak menemukan solusi dari permasalahan ini.

Akhirnya aku mulai bergabung dalam forum-forum ibu menyusui di Facebook. Disana tempatku berkeluh kesah tentang menyusui. Ternyata masalah ini umum dirasakan ibu menyusui lainnya. Aku banyak mendapat saran dan dukungan yang membuatku semakin tegar dan tidak putus asa. Hingga suatu hari, Ibu Bella dari Bekasi bercerita tentang HoneyMom, ASI Booster yang berhasil melancarkan dan memperbanyak ASI-nya. Ibu Bella juga mengirimkan pamflet yang memberikan penjelasan lengkap tentang ASI Booster ini:

Yang membuatku tertarik dengan produk ini adalah kandungannya yang 100% bahan alami, ini tidak pernah aku temukan sebelumnya di ASI Booster lain. Kagetnya lagi, tiba-tiba forum itu jadi ramai karena ada beberapa ibu-ibu lain yang merasakan hal yang sama setelah mencoba produk ini. Tentu saja membuatku semakin percaya kalau ASI Booster ini memang manjur.

Usaha tidak Mengkhianati Hasil

Aku langsung memberi tahu suamiku tentang ASI Booster ini. Suami setuju-setuju saja, karena mengandung bahan alami jadi tidak perlu takut akan ada efek samping tertentu. Saat menghubungi CS melalui Whatsapp, aku juga diyakinkan kalau banyak Ibu-Ibu yang mengonsumsi HoneyMom yang berhasil memberikan bayinya ASI eksklusif sambil berkerja. Ini membuat aku dan suami semakin pasti memilih HoneyMom. Akhirnya kami pun mencoba membeli 2 botol dulu.

Pesanan sampai hanya dalam 2 hari. Di minggu pertama mengonsumsi HoneyMom, aku sudah bisa merasakan khasiatnya. Pumping semakin lancar dan hasilnya bisa sampai satu botol. Mungkin bukan pencapaian yang terlalu tinggi tapi aku sangat bangga saat itu. Aku terus rutin mengonsumsi HoneyMom, beriringan dengan makanan bergizi.

Dan, foto ini adalah buktinya! Tidak terasa sudah 3 hari sebelum cutiku berakhir, dan stok ASIP udah penuh di freezer! Aku sudah tidak pernah takut dan khawatir lagi, selama kerja pun jadi tenang karena aku tahu asupan ASI anakku sudah terpenuhi. HoneyMom benar-benar menyelamatkanku. Suami dan keluarga sangat bangga dengan perjuanganku, hingga sekarang membuahkan hasil yang sangat berlimpah. 

Sejak itu, aku sering sharing dengan teman-teman kantor, keluarga, dan di teman-teman dari forum ibu menyusui lainnya. Kalau Bunda punya permasalahan yang sama dengan aku dulu, Bunda juga bisa cobain HoneyMom. Aku sangat merekomendasikan Bunda untuk mencoba HoneyMom.

HoneyMom juga terjamin aman dengan izin Dinas Kesehatan dengan PIRT No. 2093578015637-25 loh Bun, jadi terbukti aman untuk dikonsumsi.

Setelah Bunda mencoba HoneyMom, jangan lupa sharing manfaatnya denganku, ya!

Alasanku Memilih HoneyMom

KHUSUS UNTUK BUNDA

Paket HoneyMom Madu ASI

Rp. 340.000,-

Rp 260.000,-

Bunda telah menghemat Rp. 80.000,-

Pesan saat ini dapatkan juga:

Untuk Bunda yang ingin melancarkan ASI-nya, order langsung dengan mengisi data dibawah ini. Nanti admin akan segera melayani Bunda.

Loading...

NB: Aku sendiri pernah kehabisan produk HoneyMom karena tuntutan produk yang tinggi dan dicari-cari oleh para Bunda di seluruh Indonesia, jadi sejak itu aku selalu beli lebih dari 2pcs agar tidak kehabisan stok.

Yuk, Bun, lancarkan ASI dan jaga nutrisi bayi Bunda hanya dengan minum HoneyMom!